Pagi
itu (Kamis, 8/10) cuaca cerah diiringi semilir angin membuat udara menjadi
tidak terlalu panas, sehingga mampu membakar semangat siswa-siswi kelas VI MI
Da’watul Khoir Kebonsari Kec. Sumbersuko Kab, Lumajang untuk segera
melaksanakan praktikum membuat laporan kunjungan wisata ke pemandian
Selokambang, pemandian alam yang masih asri dan termasuk tempat wisata unggulan
di Lumajang.
Sejak pukul 06.30 WIB siswa-siswi sudah
mulai berdatangan ke lembaga tercinta, MI Da’watul Khoir Kebonsari. Namun apa
daya, keberangkatan ke Selokambang yang sedianya dijadwalkan pukul 06.45 WIB
sebab kendaraan yang hendak mereka tumpangi ternyata tidak kunjung datang,
sehingga membuat mereka menjadi resah dan gelisah.
Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB ketika
kemudian mobil phanter warna merah meng-hampiri. Sorak gembira dan semangat
membara membuat mereka berlarian dan berebutan, tak sabar untuk segera
berangkat melaksanakan praktikum pembuatan laporan kunjungan wisata tersebut.
Benar saja ketika sampai di pemandian selokambang, mereka langsung berhamburan,
tak sabar untuk segera menyelesaikan tugas mereka membuat laporan. “Asik,
akhirnya sampai juga.” kata salah seorang siswi. “Aku mau ke sana.” lanjutnya.
“Eh, jangan dulu. Kumpul dulu di sini.” kata salah seorang temannya
mengingatkan.
Selesaikan tugas dengan cepat,
lalu mandi dan bersenang-senang. Itulah yang terbayang di benak mereka. Namun
mereka sedikit tertahan ketika baru memasuki gerbang lantas diminta untuk
berkumpul. “Kerjakan dengan sungguh-sungguh, seperti yang sudah saya jelaskan!”
Begitulah sekelumit kalimat dari Bu Isah, selaku wali kelas VI dan sekaligus
guru pembimbing mereka. Selanjutnya mereka berpencar sesuai kelompok
masing-masing. Setiap kelompok terdiri dari 3 atau 4 orang, laki-laki dan
perempuan. Seluruh pikiran mereka tercurah keatas kertas, guna menyelesaikan
tugas dan menjawab beberapa pertanyaan yang harus mereka temukan jawabannya
dengan berkeliling dan mengamati lingkungan pemandian.
Saat jam menunjukkan pukul 09.00
WIB, itulah saatnya bagi mereka mengumpulkan hasil kerja mereka. Satu persatu
perwakilan kelompok menghadap kepada guru pembimbing untuk mengumpulkan
hasilnya, sekaligus sedikit mempresentasikannya. Tak lama kemudia, seluruh
kelompok telah selesai. “Boleh mandi, Bu?” tanya salah seorang siswi. “Boleh,
tapi sampai jam 10.00 WIB saja, biar tidak terlalu siang.” begitulah kira-kira
jawab sang guru.
Tiada rotan akar pun jadi, tiada kolam besar
kolam kecil pun jadi. Begitulah yang terjadi ketika mereka mendapati bahwa
kolam sedang dibersihkan, sehingga mereka tak dapat berenang di kolam dewasa.
Sebagian dari mereka memilih untuk berenang di kolam anak-anak dan sebagian
lang lain memilih bertualang bersama perahu-perahu bebek yang memang tersedia
di sana. Setelah puas melepas penat, saatnya mereka untuk berganti baju dan
bersiap-siap kembali ke Madrasah guna melanjutkan menuntut ilmu di bangku kelas
VI. (Shaft)|
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan komentar yang baik !